Rabu, 19 Oktober 2011

TAFAKUR di ALAM yang LUHUR


Ketika membaca karya tulis Dedy Suardi tentang “langit dan bahasa spiritual”, saya memahami perjalanan spiritual beliau yang ”deep silence” sebagai seorang astronom yang religius. Tidak hanya mengupas fenomena ” Dabbah” dibalik misteri makhluk angkasa luar. Beliau juga banyak bercerita seputar konfigurasi ” bahasa Tuhan” dalam skema astronomis. Yang menarik dari tulisan beliau adalah bahwa alam senantiasa tumbuh secara ”homeostatik” artinya alam hanya tumbuh untuk proses ”keseimbangan”. Adanya gempa, tsunami, gunung meletus, banjir, badai, petir, fumarol, el nino, geyser, dan lain sebagainya merupakan cara alam untuk membuat keseimbangan. Jadi tidak ada yang salah dengan alam, karena proses ”hidupnya memang ditetapkan Tuhan mengabdi untuk membuat keseimbangan.
 Untuk membahas proses keseimbangan alam, setidaknya diperlukan 2 bahan penyusun. Yaitu ”daya” homeostatik berunsur energi dan ”gaya” homeostatik berupa jalur pikiran.
Sebelum membahas tentang ”profil” energi, ada satu hal yang harus dimengerti bahwa apapun energi yang ada di alam semesta hakekatnya adalah SATU yang bersumber dari ”Arsy” bukan ”langit”. Energi ini kemudian mengalir dalam 3 jalur ”transformasi” menjadi beragam energi aplikatif yang siap digunakan Dalam pola ”chemistry of Occultis” ditemukan setidaknya 5 jenis energi ”transformasi” alam dengan struktur dan chromo yang berbeda. Energi ini bisa diakses oleh siapa saja untuk proses penyembuhan dan keseimbangan alam.  Satu energi dari kosmik (eN-C1) yang berstruktur ”gas” berwarna kuning, Tiga energi dalam tubuh manusia yaitu (eN-H3, eN-H4 dan eN-H6) yang berstruktur ”liquid” berwarna dasar putih, dan satu energi dari ”pusat” tanah (eN-G1) yang berstruktur ”padat” berwarna hijau.
Kelima energi ini sangat sering digunakan untuk proses penyembuhan. Contohnya : prana menggunakan eN-C1 dan eN-H4, bioplasmik menggunakan eN-C1 dan eN-H3, reiki menggunakan eN-C1 dan eN-H6, kundalini menggunakan eN-G1 dan eN-H3, Otak tengah menggunakan eN-H6, sinar matahari mengandung eN-C1, tanaman mengandung eN-C1 dan eN-G1 dll. ( detail materi, ikuti bahasan Chemistry of Occultis ). Beragam energi ini kemudian mengalir dalam 3 mekanisme pikiran
Dalam kajian ”fluida of Mind” dan “psychology of esoteric” ditemukan 3 mekanisme pikiran yaitu pikiran ”uncoscious” bawah sadar alam semesta (Mind-U1), pikiran ”subsconcious” bawah sadar hewan atau instink manusia (Mind-S2) serta pikiran ”conscious” pikiran sadar manusia (Mind-C3)
Dengan memahami “profil” energi dan pikiran diatas. Setidaknya kita bisa memahami apa yang sebenarnya terjadi pada proses “ Homeostatik” alam dan manusia. Contohnya: GEMPA terjadi pada proses mind-U1 karena ketidakseimbangan energi eN-G1, BADAI terjadi pada proses mind-U1 karena ketidakseimbangan energi eN-C1,  Emosi MARAH terjadi pada proses Mind-S2 karena ketidakseimbangan energi eN-H3, penyakit REMATIK terjadi pada proses Mind-S2 karena ketidakseimbangn eN-G1 dll.
Dengan memahami fenomena diatas, akhirnya terjawab juga satu pertanyaan seputar BESARAN homeostatik yaitu BERBANDING LURUS. Maksudnya semakin besar ketidakseimbangan, semakin besar pula proses homeostatiknya. Lamanya erupsi Merapi, menjadi tanda akumulatif dari ketidakseimbangan yang yang bersifat “kronis” sedangkan kasus gempa-tsunami di Jepang dan Aceh menjadi indikasi adanya ketidakseimbangan yang bersifat “akut”.

Sebagai kesimpulan dari bahasan kali ini adalah,  bahwa fenomena alam  apapun yang terjadi, bahkan yang dibingkai sebagai BENCANA yang merusak, hakekatnya adalah KESEIMBANGAN yang membangun.  Alam akan senantiasa setia berbagi kasih dengan manusia kalau manusia bisa membangun “HARMONY & BALANCE” dengan alam. BENCANA adalah profil ketidakseimbangan yang telah kita perbuat..  Prognosis saya adalah kita telah kehilangan banyak daya untuk mengasihi sesama. Kenapa? Satu hal yang pasti bahwa kasih “spiritual” kita melemah oleh sumbatan ke-aku-an “ego” yang tidak akan pernah terpuaskan sampai kita berhasil membuat “ego kita MENETAS menuju spiritual”. (untuk kontemplasi, lihat kembali materi EGO yang tidak menetas).

PESAN KHUSUS bagi teman2 yang “ikhlas” berbagi kasih untuk harmoni dan keseimbangan alam. Caranya : tarik nafas dalam dengan perlahan, tahan diperut dan bayangkan ada bola cahaya berwarna putih didepan perut semakin lama semakin terang dan memadat, lalu hembuskan lewat mulut. Lakukan pola respirasi ini 2 sampai 3 kali. Kemudian ambil bola putih itu dan tanamlah ke tanah tempat tinggal Anda. Semoga Allah memberi kebaikan dan keutamaan apa yang kita lakukan untuk proses harmoni dan keseimbangan alam, amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...