Senin, 10 Oktober 2011

SADAR dalam KIMIA BAWAH SADAR


Berhubungan dengan tubuh berarti ”sensifitas” yang dalam. Namun hubungan yang ada seringkali timbul saat ada ”sesuatu yang salah”. Sekarang Anda memiliki kepala. Disaat ”sakit kepala” datang, Anda membuat hubungan, namun bukan dengan kepala Anda tetapi dengan rasa ”sakit kepala”. Kita seringkali kehilangan kapasitas untuk benar-benar ”merasakan” tubuh dalam keadaan sehat. Kalaupun ada hubungan, seringkali terhubung saat tidak adanya keluhan sakit. Jadi yang ada hanyalah hubungan sehat yang ”negatif” karena sehat tanpa adanya keluhan sakit bukan sehat yang sesungguhnya. Ada banyak kualitas hubungan saat tubuh dan pikiran Anda terhubung secara baik. Dan Anda akan mulai tersadar dengan proses kimia tubuh Anda.

Perasaan marah merupakan tata kimia tubuh. Seorang ahli biokimia akan membuat racikan obat untuk menjadikan Anda ”kebal” marah atau bahkan Anda menjadi seorang ”pemarah”. Seks juga adalah fenomena kimiawi. Dosis tertentu dari suntikan hormonal dapat mencipta hasrat seksual atau bahkan menghilangkannya. Saat ini sensorik dan motorik Anda dapat ditentukan oleh tata kimia jasad Anda. Bila alkohol diberikan kepada Anda, maka perilaku Anda berubah. Bila tata kimia tubuh dapat mengubah kesadaran Anda, lalu apa artinya kesadaran itu? Bila suatu ”injeksi” dapat membuat Anda menjadi tidak sadar, sebenarnya apa yang terjadi dengan kesadaran Anda? Apakah berati zat kimia yang diberikan melalui suntikan lebih kuat dari kesadaran Anda? Permasalahannya adalah bukannya mengapa Anda menjadi pemarah atau tidak, atau menjadi seksual atau tidak, melainkan bagaimana untuk tetap ”sadar” dalam keadaan yang memerlukan ”ketidaksadaran”.

Badan dan pikiran adalah ”satu energi”. Misalnya, jika Anda mampu mengatur pernafasan saat marah, maka kemarahan akan berangsur hilang. Saat kecemasan datang pada Anda, dan Anda mampu mengatur ”ritmik” nafas, maka perasaan cemas akan lenyap. Jadi saat Anda terlatih untuk ”konsisten” dengan keteraturan nafas, maka emosi dan pikiran negatif apapun itu, tidak akan menguasai Anda. Hasrat itu tetap ada, namun tidak mewujud. Sadari sepenuhnya pernafasan Anda. Ketika Anda dapat menjadi sadar saat bernafas, maka pikiran Anda juga bernafas. Ketika Anda mampu merasakan gerakan halus pernafasan, maka Anda akan mampu merasakan gerakan halus pikiran Anda. Saat Anda tetap ”sadar”, ketika amarah menguasai Anda, atau tetap sadar di saat hasrat seksual Anda menguat, maka pikiran Anda akan melampaui tata kimia Anda. Seseorang bisa meniadakan rasa nyeri tanpa suntikan ”anestesi” bahkan bisa menstransend (melampaui) ”adiksi” narkotika dan bahan kimia lainnya. Jadi rangsang telah diberikan tapi responnya tidak Ada.

Anda bisa memulai terhubung dengan tubuh Anda melalui gerakan. Berlari bisa menjadi meditasi yang indah atau menari juga bisa menjadi meditasi yang indah. Kesadaran harus ditambahkan pada gerakan. Lari, tapi larilah dengan kesadaran. Jika Anda berlari hanya secara ”mekanik”, berarti Anda telah kehilangan intinya. Jika Anda merasa bahwa lari menjadi kebiasan yang otomatis, maka cobalah menari. Jika kemudian menari menjadi otomatis, maka cobalah berenang. Yang perlu dimengerti adalah gerakan hanyalah sebuah situasi untuk menciptakan kesadaran.

Jadi cobalah untuk lebih sensitif terhadap tubuh Anda. Dengarkan tubuh Anda, karena setiap saat tubuh Anda akan mengatakan banyak hal. Rasakan tubuh Anda, karena setiap detik tubuh Anda akan memberikan ”taste” kehidupan Anda. Kapan saja, saat ada konflik antara tubuh dan pikiran, tubuh Anda hampir selalu benar daripada pikiran Anda, mengapa? Karena tubuh kita bersifat alamiah bawah sadar, sedangkan pikiran bersifat pilihan sadar. Tubuh adalah milik alam semesta, sedangkan pikiran milik lingkungan Anda. Tubuh memiliki akar yang dalam di dalam kehidupan sedangkan pikiran hanya di permukaan. Tetapi kita menjadi terbiasa untuk mendengarkan pikiran dan jarang mendengarkan ”tubuh” kita. Saat Anda ”sadar” dalam kimia ketidaksadaran maka Anda juga akan ”sadar” saat proses ”kematian” tiba. Dengan kesadaran, ketakutan menjadi ketenangan, kecemasan menjadi ketentraman. kullu nafsin dzaa-iqatul mawti wanabluukum bisysyarri walkhayri fitnatan wa-ilaynaa turja'uun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...