Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Oktober 2011

Kembali ke sumber CAHAYA BATIN


 Secara fitrah, setiap janin yang hidup dalam kandungan ibunya merasakan kedamaian karena senantiasa bermandikan cahaya batin yang “murni” kesejukannya dan terang berkillauan.. Namun, begitu anak dilahirkan dan mulai membuka matanya, melihat warna-warni cahaya dunia, perlahan-lahan susunan persepsinya mulai berubah.. Ia mulai lupa untuk melihat ke “dalam” dan Ia menjadi terlalu tertarik dengan  dunia luar. Ia menjadi sangat terpikat dengan “indahnya” dunia luar sehingga perlahan-lahan ia lupa untuk melihat ke “dalam” dan ia mulai melupakannya.

Jumat, 21 Oktober 2011

Menyetel SENAR-SENAR jiwa


Karakteristik dari sunyi sepi adalah memang “hening” tanpa bunyi, sehingga suaranya tidak banyak terdengar. Ia hanya didengar oleh manusia-manusia yang kesehariannya juga “sunyi”. Tidak dalam posisi menyebut yang hidup dalam “hening “ adalah sudah benar, dan yang lain adalah salah. Tetapi serupa dengan mulut manusia, “gigi” wujudnya keras karena tugasnya memotong dan menghancurkan. “Lidah” bentuknya lembut karena panggilan hidupnya bukan untuk menghancurkan melainkan merasakan. Keduanya punya tugas yang berbeda.

Rabu, 12 Oktober 2011

MAKNA sebuah TITIPAN




Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,

bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putriku hanya titipan Nya,

tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...