Tampilkan postingan dengan label Kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kimia. Tampilkan semua postingan
Selasa, 01 November 2011
Senin, 10 Oktober 2011
SADAR dalam KIMIA BAWAH SADAR
Berhubungan dengan tubuh berarti ”sensifitas” yang dalam. Namun hubungan yang ada seringkali timbul saat ada ”sesuatu yang salah”. Sekarang Anda memiliki kepala. Disaat ”sakit kepala” datang, Anda membuat hubungan, namun bukan dengan kepala Anda tetapi dengan rasa ”sakit kepala”. Kita seringkali kehilangan kapasitas untuk benar-benar ”merasakan” tubuh dalam keadaan sehat. Kalaupun ada hubungan, seringkali terhubung saat tidak adanya keluhan sakit. Jadi yang ada hanyalah hubungan sehat yang ”negatif” karena sehat tanpa adanya keluhan sakit bukan sehat yang sesungguhnya. Ada banyak kualitas hubungan saat tubuh dan pikiran Anda terhubung secara baik. Dan Anda akan mulai tersadar dengan proses kimia tubuh Anda.
Perasaan marah merupakan tata kimia tubuh. Seorang ahli biokimia akan membuat racikan obat untuk menjadikan Anda ”kebal” marah atau bahkan Anda menjadi seorang ”pemarah”. Seks juga adalah fenomena kimiawi. Dosis tertentu dari suntikan hormonal dapat mencipta hasrat seksual atau bahkan menghilangkannya. Saat ini sensorik dan motorik Anda dapat ditentukan oleh tata kimia jasad Anda. Bila alkohol diberikan kepada Anda, maka perilaku Anda berubah. Bila tata kimia tubuh dapat mengubah kesadaran Anda, lalu apa artinya kesadaran itu? Bila suatu ”injeksi” dapat membuat Anda menjadi tidak sadar, sebenarnya apa yang terjadi dengan kesadaran Anda? Apakah berati zat kimia yang diberikan melalui suntikan lebih kuat dari kesadaran Anda? Permasalahannya adalah bukannya mengapa Anda menjadi pemarah atau tidak, atau menjadi seksual atau tidak, melainkan bagaimana untuk tetap ”sadar” dalam keadaan yang memerlukan ”ketidaksadaran”.
Badan dan pikiran adalah ”satu energi”. Misalnya, jika Anda mampu mengatur pernafasan saat marah, maka kemarahan akan berangsur hilang. Saat kecemasan datang pada Anda, dan Anda mampu mengatur ”ritmik” nafas, maka perasaan cemas akan lenyap. Jadi saat Anda terlatih untuk ”konsisten” dengan keteraturan nafas, maka emosi dan pikiran negatif apapun itu, tidak akan menguasai Anda. Hasrat itu tetap ada, namun tidak mewujud. Sadari sepenuhnya pernafasan Anda. Ketika Anda dapat menjadi sadar saat bernafas, maka pikiran Anda juga bernafas. Ketika Anda mampu merasakan gerakan halus pernafasan, maka Anda akan mampu merasakan gerakan halus pikiran Anda. Saat Anda tetap ”sadar”, ketika amarah menguasai Anda, atau tetap sadar di saat hasrat seksual Anda menguat, maka pikiran Anda akan melampaui tata kimia Anda. Seseorang bisa meniadakan rasa nyeri tanpa suntikan ”anestesi” bahkan bisa menstransend (melampaui) ”adiksi” narkotika dan bahan kimia lainnya. Jadi rangsang telah diberikan tapi responnya tidak Ada.
Anda bisa memulai terhubung dengan tubuh Anda melalui gerakan. Berlari bisa menjadi meditasi yang indah atau menari juga bisa menjadi meditasi yang indah. Kesadaran harus ditambahkan pada gerakan. Lari, tapi larilah dengan kesadaran. Jika Anda berlari hanya secara ”mekanik”, berarti Anda telah kehilangan intinya. Jika Anda merasa bahwa lari menjadi kebiasan yang otomatis, maka cobalah menari. Jika kemudian menari menjadi otomatis, maka cobalah berenang. Yang perlu dimengerti adalah gerakan hanyalah sebuah situasi untuk menciptakan kesadaran.
Jadi cobalah untuk lebih sensitif terhadap tubuh Anda. Dengarkan tubuh Anda, karena setiap saat tubuh Anda akan mengatakan banyak hal. Rasakan tubuh Anda, karena setiap detik tubuh Anda akan memberikan ”taste” kehidupan Anda. Kapan saja, saat ada konflik antara tubuh dan pikiran, tubuh Anda hampir selalu benar daripada pikiran Anda, mengapa? Karena tubuh kita bersifat alamiah bawah sadar, sedangkan pikiran bersifat pilihan sadar. Tubuh adalah milik alam semesta, sedangkan pikiran milik lingkungan Anda. Tubuh memiliki akar yang dalam di dalam kehidupan sedangkan pikiran hanya di permukaan. Tetapi kita menjadi terbiasa untuk mendengarkan pikiran dan jarang mendengarkan ”tubuh” kita. Saat Anda ”sadar” dalam kimia ketidaksadaran maka Anda juga akan ”sadar” saat proses ”kematian” tiba. Dengan kesadaran, ketakutan menjadi ketenangan, kecemasan menjadi ketentraman. kullu nafsin dzaa-iqatul mawti wanabluukum bisysyarri walkhayri fitnatan wa-ilaynaa turja'uun.
Perasaan marah merupakan tata kimia tubuh. Seorang ahli biokimia akan membuat racikan obat untuk menjadikan Anda ”kebal” marah atau bahkan Anda menjadi seorang ”pemarah”. Seks juga adalah fenomena kimiawi. Dosis tertentu dari suntikan hormonal dapat mencipta hasrat seksual atau bahkan menghilangkannya. Saat ini sensorik dan motorik Anda dapat ditentukan oleh tata kimia jasad Anda. Bila alkohol diberikan kepada Anda, maka perilaku Anda berubah. Bila tata kimia tubuh dapat mengubah kesadaran Anda, lalu apa artinya kesadaran itu? Bila suatu ”injeksi” dapat membuat Anda menjadi tidak sadar, sebenarnya apa yang terjadi dengan kesadaran Anda? Apakah berati zat kimia yang diberikan melalui suntikan lebih kuat dari kesadaran Anda? Permasalahannya adalah bukannya mengapa Anda menjadi pemarah atau tidak, atau menjadi seksual atau tidak, melainkan bagaimana untuk tetap ”sadar” dalam keadaan yang memerlukan ”ketidaksadaran”.
Badan dan pikiran adalah ”satu energi”. Misalnya, jika Anda mampu mengatur pernafasan saat marah, maka kemarahan akan berangsur hilang. Saat kecemasan datang pada Anda, dan Anda mampu mengatur ”ritmik” nafas, maka perasaan cemas akan lenyap. Jadi saat Anda terlatih untuk ”konsisten” dengan keteraturan nafas, maka emosi dan pikiran negatif apapun itu, tidak akan menguasai Anda. Hasrat itu tetap ada, namun tidak mewujud. Sadari sepenuhnya pernafasan Anda. Ketika Anda dapat menjadi sadar saat bernafas, maka pikiran Anda juga bernafas. Ketika Anda mampu merasakan gerakan halus pernafasan, maka Anda akan mampu merasakan gerakan halus pikiran Anda. Saat Anda tetap ”sadar”, ketika amarah menguasai Anda, atau tetap sadar di saat hasrat seksual Anda menguat, maka pikiran Anda akan melampaui tata kimia Anda. Seseorang bisa meniadakan rasa nyeri tanpa suntikan ”anestesi” bahkan bisa menstransend (melampaui) ”adiksi” narkotika dan bahan kimia lainnya. Jadi rangsang telah diberikan tapi responnya tidak Ada.
Anda bisa memulai terhubung dengan tubuh Anda melalui gerakan. Berlari bisa menjadi meditasi yang indah atau menari juga bisa menjadi meditasi yang indah. Kesadaran harus ditambahkan pada gerakan. Lari, tapi larilah dengan kesadaran. Jika Anda berlari hanya secara ”mekanik”, berarti Anda telah kehilangan intinya. Jika Anda merasa bahwa lari menjadi kebiasan yang otomatis, maka cobalah menari. Jika kemudian menari menjadi otomatis, maka cobalah berenang. Yang perlu dimengerti adalah gerakan hanyalah sebuah situasi untuk menciptakan kesadaran.
Jadi cobalah untuk lebih sensitif terhadap tubuh Anda. Dengarkan tubuh Anda, karena setiap saat tubuh Anda akan mengatakan banyak hal. Rasakan tubuh Anda, karena setiap detik tubuh Anda akan memberikan ”taste” kehidupan Anda. Kapan saja, saat ada konflik antara tubuh dan pikiran, tubuh Anda hampir selalu benar daripada pikiran Anda, mengapa? Karena tubuh kita bersifat alamiah bawah sadar, sedangkan pikiran bersifat pilihan sadar. Tubuh adalah milik alam semesta, sedangkan pikiran milik lingkungan Anda. Tubuh memiliki akar yang dalam di dalam kehidupan sedangkan pikiran hanya di permukaan. Tetapi kita menjadi terbiasa untuk mendengarkan pikiran dan jarang mendengarkan ”tubuh” kita. Saat Anda ”sadar” dalam kimia ketidaksadaran maka Anda juga akan ”sadar” saat proses ”kematian” tiba. Dengan kesadaran, ketakutan menjadi ketenangan, kecemasan menjadi ketentraman. kullu nafsin dzaa-iqatul mawti wanabluukum bisysyarri walkhayri fitnatan wa-ilaynaa turja'uun.
Sabtu, 17 September 2011
Deteksi BOM dengan KUNYIT
Ilmuwan University of Massachusetts Amerika Serikat (AS) mengatakan, kunyit yang biasanya menjadi bahan utama kari bisa dimanfaatkan untuk deteksi bahan peledak.
Molekul kurkumin, yang terkandung dalam kunyit, saat ini sudah dikenal memiliki zat yang dapat digunakan untuk mengobati pasien penyakit Alzheimer. Kandungannya memiliki khasiat anti kanker dan antioksidan.
Sekarang sebuah hasil penelitian yang dipaparkan dalam Konferensi Masyarakat Fisika Amerika (APS) menunjukkan zat itu bisa menggantikan cara yang lebih kompleks dalam mendeteksi peledak seperti TNT. Ketika mengumpulkan molekul materi bahan peledak di udara, perubahan cahaya yang dikeluarkannya bisa diukur.
Bagaimana kunyit bisa melakukannya? Ternyata, kunyit diketahui memiliki sifat yang mampu mengumpulkan molekul bahan peledak di udara, dan mengubahnya dalam komponen ‘pemancar cahaya’ yang dapat diukur.
Kunyit memiliki sifat mampu mengumpulkan molekul bahan peledak yang ada di udara. Kemudian, kunyit mengubahnya menjadi komponen ‘pemancar cahaya’ yang dapat diukur.
”Spektroskopi berpijar” atau pengukuran pijaran cahaya itu sudah dilakukan dalam beragam teknik untuk mendeteksi dan menganalisa. Menyinari sejumlah zat kimia bisa menyebabkan zat-zat itu mengeluarkan kembali cahaya dengan warna yang berbeda. Pancaran cahayanya kadang-kadang dalam periode yang lama.
Metode bernama fluorescence spectroscopy ini sudah sering dipakai di berbagai penginderaan dan teknik analisa. Dalam uji coba, tim ilmuwan yang dipimpin Abhisek Kumar ini menampur kunyit bubuk dengan polimer kental.
Setelah itu, campuran itu disebarkan ke sebuah piring. Kemudian, tim ini mengarahkan sinar LED ke piring dan mengukur gelombang cahaya yang dipancarkan dari piring. Seperti diberitakan esciecenews, jika terdapat bahan peledak maka cahaya akan redup dan barisan sensor berbahan dasar kunyit itu pun mendeteksi bahan peledak itu.
Kumar mengatakan, menerangi bahan kimia tertentu (kunyit) menyebabkan bahan campuran itu kembali memancarkan cahaya berwarna lain. Contohnya, efek ini bisa ditemukan pada bahan glow in the dark.
Intensitas pemancaran cahaya dapat berubah jika molekul berbeda terikat pada materi yang mengeluarkan cahaya. Teknik inilah yang dinamakan teknik penginderaan melalui pemanfaatan cahaya.
Intensitas pemancaran cahaya ini dapat berubah apabila molekul berbeda terikat pada materi yang mengeluarkan cahaya. Inilah yang dinamakan teknik penginderaan dengan memanfaatkan cahaya.
Kumar menjelaskan, “Bila kita memiliki satu gram TNT…. dan kita menggunakan satu miliar molekul udara dari di mana saja di ruangan ini, kita akan menemukan empat atau lima molekul yang dikandung dalam TNT. Itulah alasannya molekul-molekul itu sulit terdeteksi,” kata Kumar dalam konferensi itu.
“Dan, Departemen Luar Negeri Amerika memperkirakan ada sekitar 60 sampai 70 juta ranjau darat di seluruh dunia. Kita membutuhkan alat pendeteksi murah yang bisa dibawa-bawa dan bisa ditempatkan di lapangan. Alat yang sangat sensitif dan mudah ditangani,” tambahnya.
Tim itu menggunakan reaksi kimia untuk menempelkan “molekul-molekul sampingan” kepada kurkumin yang akan mengikat molekul-molekul yang dikandung bahan peledak. Untuk mendeteksi bahan peledak dengan menggunakan teknik ini, para peneliti menggunakan senter atau alat penghasil cahaya lain yang murah untuk menerangi lapisan film tipis yang mengandung kurkumin. Zat itu akan mengeluarkan cahaya di kegelapan.
Akan tetapi bila ada molekul-molekul bahan peledak di udara ruangan, cahaya yang dikeluarkan kurkumin akan jauh lebih redup dan perubahannya mudah diukur. Tim peneliti yang didanai sebagian oleh pemerintah Amerika ini sedang dalam proses membahas pengembangan teknik membuat alat sensor peledak dengan sebuah perusahaan.
Langganan:
Postingan (Atom)




